11 Tahun Remeh Temeh Loenpia

Tasyakuran Ultah yang ke 11 tahun Komunitas Blogger Semarang Loenpia.net, komunitas Blogger tertua di Jawa Tengah, kesederhanaan dan kebersamaan dimanapun berada menjadikan komunitas Blogger Loenpia.net nyaman di hati.

Serial Medok Pendekar Jari Sakti

Medok adalah sosok lelaki yang mempunyai kesaktian di jarinya. Karena kekuatan di jarinya ini pula, ia sering dimintai pertolongan oleh banyak warga di kampungnya. Sebab kebaikan hatinya, Medok dianggap sebagai pahlawan bagi banyak orang.

Green Host Hotel

Green Host Hotel Yogyakarta, menawarkan kombinasi suasana alam dengan nuansa modern (foto diatas, diambil dari Traveloka)

Zest Hotel Jemursari Surabaya

Zest Hotel Jemursari Surabaya terletak di jantung kawasan industri Surabaya dan mudah diakses oleh pilihan banyak angkutan . Hal ini juga hanya menit berkendara ke Surabaya Night Carnival untuk hiburan keluarga . Zest Hotel Jemursari Surabaya memiliki 128 zestrooms bergaya dan 2 kamar suite.

Swiss-Belinn Saripetojo Solo

Swiss-Belinn Saripetojo, Solo adalah hotel bintang tiga di Solo dan strategis terletak di Jl. Slamet Riyadi, jalan utama di kota, dan hanya beberapa menit ke pusat bisnis dan kabupaten pemerintah serta tempat-tempat wisata yang terletak di samping jalan. Hotel ini sebelumnya adalah sebuah bangunan es pabrik sejarah dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919.

Hotel Santika Purwokerto

Strategis terletak dekat dengan pusat kota dan wisata utama dan bisnis, Hotel Santika Purwokerto fitur lokal terinspirasi desain interior, menampilkan Banyumas wayang terkenal dan batik Banyumas unik. Dengan jalan dan kereta api yang sangat baik koneksi ke semua bagian dari Jawa Tengah dan di luar, Hotel Santika Purwokerto adalah basis ideal Anda ketika mengunjungi wilayah Banyumas menarik.

Thursday, November 03, 2016

Lopisan, Tradisi Masyarakat Pekalongan Setelah Bulan Ramadhan


Adat dan Budaya merupakan darah daging Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dimulai dari jaman kerajaan sampai kepada masyarakat modern sampai sekarang. Tanpanya, Indonesia tidak akan sekaya dan seberagam seperti saat ini. Dari sejarah panjang itu juga lahir berbagai tradisi yang dilakukan orang – orang sesuai daerahnya masing – masing dan dilakukan dari jaman ke jaman.
Kota Pekalongan memiliki sebuah tradisi unik yang dilakukan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri. Tradisi ini diikuti oleh banyak masyarakat di daerah Krapyak, Kota Pekalongan dan mendapat dukungan oleh walikota / pejabat Musyawarah Pimpinan Daerah. Tradisi ini bernama Lopisan atau beberapa orang menyebutnya Krapyakan, karena diadakan di daerah Krapyak.
Sumber : ameermuh.wordpress.com
Lopisan adalah sebuah acara yang diadakan sebagai ungkapan syukur para warga kota Pekalongan setelah berproses selama 30 hari di bulan Ramadhan. Acara ini diadakan dengan membuat sebuah kue Lopis berukuran jumbo dengan ukuran diameter 150 cm, berat 185 kg, dan tinggi sebesar 110 cm. Kemudian di tanggal 8 syawal, kue ini dipotong bersama – sama dan disantap oleh warga Pekalongan yang mengikuti acara ini.
Lalu apa yang dilakukan oleh warga Pekalongan sebelum tradisi Lopisan diadakan? Pada hari pertama bulan Syawal (atau hari Idul Fitri), mereka mengadakan acara seperti kebanyakan orang di luar kota Pekalongan, yaitu bermaaf – maafan, menikmati rendang dan kuliner idul fitri lainnya.
Kemudian di hari kedua sampai hari ke tujuh bulan Syawal, mereka melakukan puasa sunnah syawal selama 6 hari. Meski sambil berpuasa, mereka tetap bersilaturahmi kepada sanak saudara ataupun mengadakan open house agar para tetangga dan sanak saudara dapat bersilaturahmi dan saling bermaafan. Namun tidak sedikit juga yang berwisata meski sambil berpuasa.
Tradisi tersebut rutin dilakukan oleh masyarakat Kota Pekalongan dimulai sejak 130-an tahun yang lalu atau lebih tepatnya pada tahun 1855 M. Inisiator tradisi seperti ini adalah KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahu Rekso.


Sumber : kaskus.co.id
Tradisi ini sangat menarik menjadi objek foto mengingat ada sebuah kue lopis besar yang tidak bisa Anda temui setiap harinya. Begitu juga dengan ekspresi para masyarakat yang berada di dalam acara ini, mereka terlihat begitu bahagia dan tidak terlihat sedikitpun rasa duka maupun durjana.
Jika Anda ingin mengunjungi Krapyak dan melihat secara langsung acara ini, Anda bisa menaiki kereta api dari kota asal Anda dan turun di Stasiun Pekalongan. Setelah sampai di stasiun, Anda bisa memesan hotel dan menaruh barang – barang Anda terlebih dahulu agar nantinya perjalanan Anda menuju Krapyak terasa nyaman dan ringan. Perjalanan dari stasiun Pekalongan sampai ke Krapyak hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Berikut ini alur lebih detailnya, dari Stasiun Pekalongan lurus terus sampai ke bunderan jalan Imam Bonjol. Kemudian disana belok kanan dan ambil jalan lurus terus sampai Anda bertemu pertigaan sungai Pekalongan. Di pertigaan ambil arah kiri dan lurus terus sampai Anda bertemu Pondok Pesantren Dhiyaul Fatihin. Akhirnya Anda sudah memasuki daerah Krapyak.
Tetapi sebelumnya, Anda perlu rekomendasi hotel di Pekalongan yang nyaman untuk Anda tempati. Jangan sampai perjalanan Anda yang seharusnya menyenangkan menjadi bencana dan penuh kekesalan karena tempat menginap Anda yang tidak nyaman. Ada beberapa hotel yang Kami rekomendasikan dan bisa Anda booking melalui Traveloka :
1. The Sidji Hotel Pekalongan


Sumber : thesidjihotel-pekalongan.com
The Sidji Hotel Pekalongan beralamat di Jalan Dr. Cipto Mangunkusomo nomor 66, Poncol, Pekalongan Timur. Hotel ini hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan kendaraan bermotor dari Stasiun Pekalongan. Sementara Anda hanya perlu berjalan kaki selama 5 menit jika ingin mengunjungi Alun – Alun Kota Pekalongan.
Fasilitas yang ditawarkan hotel berbintang 4 ini diantaranya adalah WiFi gratis, tempat parkir, kolam renang, layanan kamar dan resepsionis 24 jam, serta makanan. Mulai dari harga 358 ribu rupiah, Anda bisa menginap serta menikmati layanan di hotel ini agar nantinya perjalanan Anda menuju Krapyak dapat lebih mudah.
2. Namira Syariah Hotel


Sumber : namirasyariah.com


Beralamat di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo nom 70, Poncol, Pekalongan Timur, Namira Syariah Hotel menawarkan pengalaman yang berbeda dari hotel lainnya. Pasalnya, ia memiliki Sky Lounge di atap hotel yang membuat para pengunjung hotel ini dapat merasakan pemandangan dari langit kota Pekalongan secara terbuka.

Selain itu, para karyawannya berbusana sangat sopan dengan busana muslim mengingat hotel ini berasaskan syariah. Fasilitas yang Anda dapatkan dalam hotel berbintang 3 ini diantaranya adalah WiFi gratis, tempat parkir, dan pelayanan servis 24 jam. Mulai dari harga 350 ribu rupiah, Anda bisa menginap di hotel ini dan merasakan sky lounge beserta pemandangannya yang indah.


3. Hotel Nirwana Pekalongan


 Sumber : nirwanahotel.com
Nirwana Hotel Pekalongan bertempat di Jalan Dr. Wahidin nomor 11, Poncol, Pekalongan Timur. Hanya membutuhkan waktu 6 menit dengan kendaraan bermotor dari Stasiun Pekalongan, Anda bisa sampai dan beristirahat menghilangkan lelah di hotel ini. Hanya 400 meter dari Plaza Pekalongan, Anda bisa berbelanja kebutuhan yang Anda perlukan selama tinggal di Pekalongan.
Hotel ini menawarkan fasilitas wifi gratis, kolam renang yang sangat indah ketika malam hari, tempat parkir, AC, dan juga 24 jam pelayanan kamar dan resepsionis hotel. Dengan uang 600 ribu rupiah minimal, Anda bisa menginap di hotel bintang 3 ini dan merasakan kenyamanan yang ditawarkan disini.
Itu dia sebuah tradisi unik yang hanya ada di Pekalongan. Semoga Anda juga sempat untuk mengunjungi Pekalongan tepat di saat tradisi Lopisan dan merasakan atmosfer religi yang kental disana. Setelah sampai di Pekalongan ada baiknya mampir juga ke kota lain di Jawa Tengah seperti di kota Jepara kota dimana terdapat museum RA. Kartini dan pantai yang indah dengan pasir putihnya. Selamat berlibur!