Hotel Maxone Surabaya

Hotel Maxone di Jl. Tidar 5 Surabaya, Surabaya, Indonesia, 60251, hotel ini salah satu hotel yang dekat dengan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

11 Tahun Remeh Temeh Loenpia

Tasyakuran Ultah yang ke 11 tahun Komunitas Blogger Semarang Loenpia.net, komunitas Blogger tertua di Jawa Tengah, kesederhanaan dan kebersamaan dimanapun berada menjadikan komunitas Blogger Loenpia.net nyaman di hati.

Green Host Hotel

Green Host Hotel Yogyakarta, menawarkan kombinasi suasana alam dengan nuansa modern (foto diatas, diambil dari Traveloka)

Zest Hotel Jemursari Surabaya

Zest Hotel Jemursari Surabaya terletak di jantung kawasan industri Surabaya dan mudah diakses oleh pilihan banyak angkutan . Hal ini juga hanya menit berkendara ke Surabaya Night Carnival untuk hiburan keluarga . Zest Hotel Jemursari Surabaya memiliki 128 zestrooms bergaya dan 2 kamar suite.

Swiss-Belinn Saripetojo Solo

Swiss-Belinn Saripetojo, Solo adalah hotel bintang tiga di Solo dan strategis terletak di Jl. Slamet Riyadi, jalan utama di kota, dan hanya beberapa menit ke pusat bisnis dan kabupaten pemerintah serta tempat-tempat wisata yang terletak di samping jalan. Hotel ini sebelumnya adalah sebuah bangunan es pabrik sejarah dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919.

Hotel Santika Purwokerto

Strategis terletak dekat dengan pusat kota dan wisata utama dan bisnis, Hotel Santika Purwokerto fitur lokal terinspirasi desain interior, menampilkan Banyumas wayang terkenal dan batik Banyumas unik. Dengan jalan dan kereta api yang sangat baik koneksi ke semua bagian dari Jawa Tengah dan di luar, Hotel Santika Purwokerto adalah basis ideal Anda ketika mengunjungi wilayah Banyumas menarik.

Wednesday, May 21, 2008

Virus .exe


Mengembalikan File Ms. Word (.doc) yang terkena Virus (.exe)

Sebenernya ini virus lama, tapi bagi yang blon tahu tentu bisa jadiin pusing kepala. Awal mulanya 3 pc di kantor terkena virus yang bernama "syaharani.exe", ternyata usut punya usut virus itu menyerang semua dokumen yang berasal dari Ms. Word (.doc) dirubah menjadi .exe, bisa kita pastikan file tersebut tidak bisa kebuka dan hanya menampilkan kode-kode ascii aja. Trus akhirnya aku coba pakai beberapa antivirus seperti : AVG, Antivira, Avast, dan ternyata virus langsung terdeteksi cuman masalahnya anti virus tersebut tidak mampu mengembalikan file .exe menjadi Ms. Word kembali. Ada beberapa tips jika kita mendapati virus seperti itu :


1. Jangan gunakan antivirus lain dulu untuk scan, soalnya antivirus itu akan langsung mendetek dan langsung menyembunyikan/menghapus file-file dari pc kita yang terkena virus termasuk file .exe yang berasal dari Ms. Word.
2. Install PCMedia Antivirus (PCMAV-SE) pada pc anda. (untuk men-download anda bisa cari di google, disitu banyak dan gratis.
3. Jalankan PCMAV-SE (tampilan pertama yang muncul seperti gambar berikut)
4. Tentukan lokasi (drive) yang akan di scan, kemudian klik scan
5. Jika terdeksi maka file-file yang terkena virus akan ditampilkan pada "List of detected File".
6. Untuk mengubah kembali file .exe menjadi .doc, kita tinggal meng-klik menu "Cure Files", secara otomatis file akan kembali menjadi .doc dan bisa kita buka dengan Ms. Word kembali.

Selamat mencoba, semoga tidak ada halangan.

Monday, May 12, 2008

Wedus & BBM Naik...??

Bandit Camera
Wedus-pun ikut ngerasain dampak kenaikan BBM



Thursday, May 01, 2008

HARDIKNAS


Bagaikan Sekolah Robot ....?!?!
(emangnya kita Robot?)


Tepat tanggal 2 Mei di peringati sebagai HARDIKNAS (Hari Pendidikan Nasional), namun hari pendidikan kali ini hampir berdekatan dengan UAN (Ujian Akhir Nasional) baik di tingkat SMA maupun SMP, hmmmm...ngomong-ngomong soal UAN neeh...ternyata untuk tahun ini pemerintah khususnya dinas pendidikan memberikan batas tuntas nilai rata-rata kelulusan lebih tinggi dari tahun kemarin, hmmm....ada apa sebenernya dunia pendidikan kita ?
Pembekalan yang diberikan kepada siswa-siswi dari mulai latihan ujian (Try Out) berkali-kali sampai pemadatan materi, bahkan sampai meng-karantina siswa-siswi di sekolah masing-masing....kok bisaa? Katanya biar anak-anak konsentrasi belajar seehh....padahal jaman sekolahku dulu gak ribet kayak gini lhooo....untung aja.
Memang tujuan pemerintah baik, cuman apakah dengan menaikkan nilai batas minimal rata-rata kelulusan itu termasuk solusi? gak juga, boleh-boleh aja membuat peraturan se-uenak wuedele tapi mbok yahoo dilihat dulu kemampuan dari siswa-siswi secara menyeluruh dari sabang sampai merauke, apakah fasilitas pendidikan yang ada sudah memadahi atau belom.
Bisa kita bayangkan jurang pemisah dunia pendidikan disekolah-skolah yang ada di kota-kota besar dengan sekolah-sekolah yang ada di pelosok-pelosok daerah apakah udah imbang? apakah udah setara? apakah fasilitas belajar mengajar udah sama-sama mencukupi? hmmm....jangan salahkan mereka jika para pendidik akhirnya melakukan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UAN, sapa sih yang pengen anaknya gak lulus? gak ada kaan? Tapi mau gimana lagi, takdir kita sebagai "wong cilik" gak boleh nge-bantah dan gak boleh protes ama "wong gede", setiap peraturan yang dibuat oleh pemerintah kita harus menuruti dan meng-amini.
Kita lihat saja tahun ajaran 2008/2009, apakah pemerintah akan bermain-main lagi dengan nilai rata-rata kelulusan? hmmmm .... kita liat aja ntar. Mungkin peringatan Hardiknas tahun ini bisa kita beri tema "Sekolah Robot Indonesia", dimana siswa-siswi harus sekolah menuruti kehendak "majikannya" agar bisa mencapai nilai rata-rata kelulusan, yaaah mudah-mudahan maksud pemerintah itu bener-bener baik, bukannya dibener-benerin dan dibaik-baikin hehehehe...
Semalem aku pergi ketempat sol sepatu (tukang jahit sepatu), ada sdikit percakapan antara aku dan bapaknya yang lagi mbetulin sepatu kerjaku, sontan aja aku kaget saat mendengar keluhan tuh bapak :

Tukang sol sepatu : "Wah mas, cah sekolah saiki pancen abot(berat).
Aku : "abot gimana pak ?"
Tukang sol sepatu : "aku rak ngerti karepe pemerintah, lha wong nilai rata-rata 4,00 aja wes berat, kok saiki malah tambah di dhuwurke, piye jal?, wingi anakku sampe nanya ngene mas, "pak nek sesuk aku gak lulus piye?", sang bapak sontan njawab, mending yaaa ngarit aja lee (kerja disawah sebagai petani).

hmmm...mendengar obrolan bapaknya tadi aku sempet berfikir, semakin tinggi nilai rata-rata kelulusan maka semakin banyak juga orang tua siswa yang pasrah akan nasib kelulusan putra-putrinya, apakah ini mendidik...??? sooo....

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
buat yang merayakannya..hueheuheu.