Hotel Maxone Surabaya

Hotel Maxone di Jl. Tidar 5 Surabaya, Surabaya, Indonesia, 60251, hotel ini salah satu hotel yang dekat dengan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

11 Tahun Remeh Temeh Loenpia

Tasyakuran Ultah yang ke 11 tahun Komunitas Blogger Semarang Loenpia.net, komunitas Blogger tertua di Jawa Tengah, kesederhanaan dan kebersamaan dimanapun berada menjadikan komunitas Blogger Loenpia.net nyaman di hati.

Green Host Hotel

Green Host Hotel Yogyakarta, menawarkan kombinasi suasana alam dengan nuansa modern (foto diatas, diambil dari Traveloka)

Zest Hotel Jemursari Surabaya

Zest Hotel Jemursari Surabaya terletak di jantung kawasan industri Surabaya dan mudah diakses oleh pilihan banyak angkutan . Hal ini juga hanya menit berkendara ke Surabaya Night Carnival untuk hiburan keluarga . Zest Hotel Jemursari Surabaya memiliki 128 zestrooms bergaya dan 2 kamar suite.

Swiss-Belinn Saripetojo Solo

Swiss-Belinn Saripetojo, Solo adalah hotel bintang tiga di Solo dan strategis terletak di Jl. Slamet Riyadi, jalan utama di kota, dan hanya beberapa menit ke pusat bisnis dan kabupaten pemerintah serta tempat-tempat wisata yang terletak di samping jalan. Hotel ini sebelumnya adalah sebuah bangunan es pabrik sejarah dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919.

Hotel Santika Purwokerto

Strategis terletak dekat dengan pusat kota dan wisata utama dan bisnis, Hotel Santika Purwokerto fitur lokal terinspirasi desain interior, menampilkan Banyumas wayang terkenal dan batik Banyumas unik. Dengan jalan dan kereta api yang sangat baik koneksi ke semua bagian dari Jawa Tengah dan di luar, Hotel Santika Purwokerto adalah basis ideal Anda ketika mengunjungi wilayah Banyumas menarik.

Monday, November 09, 2009

Pahlawan?

10 November itu...
bisa jadi gak ada artinya

....hari pahlawan, dan diperingati setiap tahunya...jika kita melihat sejenak sejarah tentang 10 november ini mengingatkan kita akan adanya Ultimatum 10 November 1945 yang dikeluarkan oleh Mayor Jenderal Mansergh (pengganti Brigadir Jenderal Mallaby), dan ultimatum itu merupakan sebuah penghinaan besar bagi bangsa Indonesia...masalahanya dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945, sehingga terjadilah pertempuran besar.
...hmmm tapi itu dulu, beda dengan sekarang, mungkin para arwah pahlawan kita sedang gelisah melihat tingkah laku para penerus bangsa. Dimana gak gelisah? lha wong dulu mereka susah payah bertaruh nyawa demi sebuah nilai kemerdekaan, lha kok yang punya jabatan enak-enakan bermain hukum, memutar balikkan fakta, terima suap sana-sini, tawar menawar suap...ck..ck..edyan tenan.
Seandainya arwah para pahlawan bangkit dari kubur, mungkin mereka akan menelan hidup-hidup para cukong-cukong peradilan, memang gak mudah mencari pemimpin yang berkata jujur sesuai nurani.
Lantas?apakah kita akan diam saja melihat perilaku para penegak hukum bermain api yang di rekayasa sedemikian rupa??? Seandainya benar kiamat akan datang di tahun 2012 mungkin bisa memperpendek dosa-dosa mereka...jaman semakin edyan, semua ngaku benar, semua gak mau disalahkan apalagi mengalah. Semua berani bersumpah sampai nama Tuhan juga dibawa-bawa, mungkin akan lebih baik jika calon pejabat-pejabat di sumpah pocong terlebih dahulu sebelum dilantik.
Mari kita lihat apa yang akan terjadi pada detik selanjutnya...salam pahlawan!!!

GERAKAN PAHLAWAN TANPA TANDA SUAP