Hotel Maxone Surabaya

Hotel Maxone di Jl. Tidar 5 Surabaya, Surabaya, Indonesia, 60251, hotel ini salah satu hotel yang dekat dengan Stasiun Pasar Turi Surabaya.

11 Tahun Remeh Temeh Loenpia

Tasyakuran Ultah yang ke 11 tahun Komunitas Blogger Semarang Loenpia.net, komunitas Blogger tertua di Jawa Tengah, kesederhanaan dan kebersamaan dimanapun berada menjadikan komunitas Blogger Loenpia.net nyaman di hati.

Green Host Hotel

Green Host Hotel Yogyakarta, menawarkan kombinasi suasana alam dengan nuansa modern (foto diatas, diambil dari Traveloka)

Zest Hotel Jemursari Surabaya

Zest Hotel Jemursari Surabaya terletak di jantung kawasan industri Surabaya dan mudah diakses oleh pilihan banyak angkutan . Hal ini juga hanya menit berkendara ke Surabaya Night Carnival untuk hiburan keluarga . Zest Hotel Jemursari Surabaya memiliki 128 zestrooms bergaya dan 2 kamar suite.

Swiss-Belinn Saripetojo Solo

Swiss-Belinn Saripetojo, Solo adalah hotel bintang tiga di Solo dan strategis terletak di Jl. Slamet Riyadi, jalan utama di kota, dan hanya beberapa menit ke pusat bisnis dan kabupaten pemerintah serta tempat-tempat wisata yang terletak di samping jalan. Hotel ini sebelumnya adalah sebuah bangunan es pabrik sejarah dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919.

Hotel Santika Purwokerto

Strategis terletak dekat dengan pusat kota dan wisata utama dan bisnis, Hotel Santika Purwokerto fitur lokal terinspirasi desain interior, menampilkan Banyumas wayang terkenal dan batik Banyumas unik. Dengan jalan dan kereta api yang sangat baik koneksi ke semua bagian dari Jawa Tengah dan di luar, Hotel Santika Purwokerto adalah basis ideal Anda ketika mengunjungi wilayah Banyumas menarik.

Saturday, September 07, 2013

Maklumat Menteri Pendidikan



Terkejut!!!! pastinya sangat terkejut dengar ucapan dan perintah yang sudah di tetapkan oleh Menteri Pendidikan Indonesia dalam rangka pelaksanaan kurikukul 2013, tujuannya sih memangkas beberapa pelajaran yang sekiranya bisa di integrasikan dengan pelajaran lain, tapi dalam hal ini tentunya saya punya pandangan tersendiri menyikapi penerapan kurikulum 2013.
Yang pertama tentunya dengan kebijakan penerapan kurikulum 2013 yang menghapus mata pelajaran TIK di tingkat SMP akan mengurangi dan "menganggurkan" pada guru TIK yang sudah mengajar belasan tahun seperti saya yang sudah mengajar TIK sejak tahun 1997. Kalau hal ini terjadi akan berapa banyak guru yang akan "dianggurkan".
Yang kedua ucapan dan alasan penghapusan TIK oleh Menteri Pendidikan Mohammad Nuh yang tidak masuk akal, dikatakanya "anak kecil sekarang sudah pintar main hp, sudah punya email, facebook twitter", jika alesanya demikian, kenapa pelajaran Bahasa Indonesia tidak dihapuskan saja sekalian, kan mereka sudah pinter ngomong Indonesia :P.
TIK tidak hanya mengajarkan materi Office, Desain grafis, dan internet saja, akan tetapi perkembangan teknologi dan dunia internet yang semakin canggih akan sangat mudah di salah gunakan oleh mereka yang baru belajar, dan peran Guru dalam hal ini tentunya sangatlah penting. Contoh kasus adalah maraknya "Bullying" yang dilakukan di social media, apa mereka paham akan hal itu? saya yakin 90% banyak yang tidak paham, etika dalam ber internet sangat perlu diterapkan sejak usia dini.
Memang penerapan kurikulum 2013 dilakukan tidak secara menyeluruh, smua harus menyesuaikan kondisi dan kemampuan di sekolah masing-masing. Jujur saya sendiri belum tau bagaimana system mengintegrasikan TIK ke mata pelajaran lain, apakah akan berjalan sesuai yang diharapkan sang menteri? gak tau juga.
Dengan adanya ini saya sendiri mulai mengurangi jam mengajar saya di SMP yang saya ampu selama 17tahun ini, jam mengajar kelas 8 saya berikan ke teman guru saya yang basic nya sebenarnya guru Bahas Indonesia, kebijakan pelajaran TIK sendiri di SMP saya masih di rapatkan, apakah masih diadakan dengan cara masuk Ekstrakurikuler apa memang benar-benar akan dihapus, semua tergantung dari kebijakan kepala sekolah yang baru. Yang jelas gairah untuk mengajar lambat laun mulai pupus, gairah untuk mendidik anak-anak SMP tentang dunia Internet dan Etika nya sudah gak ada lagi, dan saat ini saya juga mulai bersiap-siap mencari pekerjaan lain, saya juga membayangkan bagaimana nasib teman-teman guru TIK yang di sekolah lain, mudah-mudahan ada kebijakan sesuai yang diinginkan, sehingga guru-guru TIK tidak frustasi.
Yang jelas dengan adanya peraturan ini menjadikan saya tidak nyaman.....itu saja.