Wednesday, March 16, 2016

Kisah Seorang Supir GrabCar

Saya adalah salah seorang yang sering juga menggunakan jasa layanan lewat aplikasi GrabCar, selain murah, nyaman dan kadang banyak cerita-cerita dari seorang sopir GrabCar. Singkat cerita pada tanggal 3 Maret 2016 kemarin, saya menggunakan jasa GrabCar dari kantor Kemang-Jakarta ke Bogor (lokasi event), waktu itu saya pesan jam 10malam, dalam perjalanan saya coba ajak ngobrol bapak (sebut saja inisialnya)"M".

Setelah ngobrol panjang lebar dengan bapak "M" ini akhirnya sampai juga obrolan mengenai pekerjaan sebelum di Grabcar, jadi bapak "M" ini baru 3 bulan bekerja di Grabcar, sebelumnya dia adalah sopir dari seorang majikan yang usahanya banyak dan maju, bisa dibilang dia orang kaya, bapak "M" ini bekerja menjadi sopir lantaran istrinya yang lebih dulu bekerja disitu sebagai asisten rumah tangga.

Namun nasib berkata lain, usaha majikannya bangkrut, hampir semua harta kekayaan banyak yang dijual, ini terjadi lantaran harta majikannya di pinjam oleh sang kakak yang waktu itu mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah di daerah kalimantan, yang terjadi. 9 karyawan telah dirumahkan dan masih belum di gaji terhitung ada 5 bulan.
Dari cerita bapak "M" ini ada 1 hal yang membuat saya berkata "EDAN", jadi majikannya ini menitipkan bayi perempuan yang masih berumur 2bulan an ke istri bapak "M" sopir Grabcar tadi, waktu pertama bilangnya nitip anak 2 minggu lagi mau di ambil alasanya mau balik ke kalimantan ngumpulin duit buat bayar hutang-hutang, tapi ternyata sampai sekarang sudah hampir 5 bulan sang bayi belum juga diambil, bapak "M" ini sempat stres karna harus memikirkan kebutuhan sehari-hari dari bayi ini, pernah sesekali mantan majikannya nelpon dan janji akan memberikan uang sebagai pengganti biaya kebutuhan. Bapak "M" ini sudah berencana membuat surat yang berisikan tanggung jawab atau hak asuh anak, dengan tujuan jika anaknya sudah besar kelak, sang mantan majikan tidak bisa seenaknya mengambil anak ini, dan beliau juga sudah punya rencana kedepan jika anaknya sudah besar, ....saya bilang ke bapaknya sambil ngasih bintang 5 di aplikasi GrabCar, "...salam ya pak buat istri dan anak baru bapak ...semoga membawa berkah" :)

Pesan sederhana yang bisa kita petik, mencalonkan diri sebagai kepala daerah itu seperti main judi, kalau kalah pasti rugi, kalau menang tentunya masih bisa senyum meski harus memikirkan mengembalikan biaya pengeluaran kampanye.
intinya ora usah urip neko neko...*SalamS

6 comments:

Kalau di lihat dari ceritanya,gak ada bagian si sopir cerita tentang bayi yg di titipkan dari usia 2 bln @@$&!!,